Kamis, 19 September 2024

Penyakit Menular Pink Eye pada Kambing dan Domba

      

     Pink Eye  

     Halo sobat kandang .. Pernahkah sobat kandang mendengar tentang penyakit pink eye? tentunya sobat kandang sudah tak asing lagi dengan penyakit yang satu ini. kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang penyakit ini mari simak penjelasan .

 Pink Eye merupakan penyakut mata akut yang menular pada ternak ruminansia besar/kecil, biasanya bersifat epizootic dan ditandai dengan memerahnya conjunctiva, serta kekeruhan pada mata. Penyakit pink eye disebabkan oleh bakteri, virus, penyakit Rickketsia maupun Chlamydia. Adapun beberapa hewan yang rentan terhadap terjadinya Pink eye terutama kambing, domba, kerbau dan sapi.

    Penyakit pink eye ini diketahui dapat menyerang kambing dan domba pada semua umur,tetapi lebih sering terjadi pada ternak domba kambing yang berusia muda.  Penyakit Pink Eye Ini juga dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak ,karena akan menyebabkan kebutaan pada ternak, penurunan berat badan dan biaya pengobatan yang mahal.

    Cara penyebaran penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan ternak yang terinfeksi, yakni melalui sekresi mata, atau secara tidak langsung melalui vektor lalat, debu dan percikan air yang tercemar oleh bakteri. Penyakit ini sering terjadi pada musim panas karena banyaknya debu dan meningkatnya populasi lalat Musca autumnalis sebagai vektor agen penyebab penyakit. Pink eye bersifat epidemik yang Dimana ada sebuah tempat yang sudah terinfeksi dan bisa terjangkit Kembali setiap tahunnya dan hewan ternak yang menderita penyakit Pink Eye bersifat karier.

    Penyebab Pink Eye 

    Tingginya kasus Pink Eye kemungkinan juga dapat disebabkan oleh infeksi benda asing (debu, pasir dan urin yang menumpuk pada alas transportasi) selama perjalanan pengiriman ternak dari daerah. Pink Eye disebabkan oleh faktor fisik dan faktor mikroorganisme pembawa penyakit. Penyebab fisik antara lain bola mata terkena tusukan ujung batang rumput, ranting pohon, duri, atau debu secara langsung. Penyebab berupa bisa berupa virus atau bakteri, seperti Rickettsia dan Chlamydia.

    Mikroorganisme penyebab Pink Eye ini ditularkan lewat kontak antara ternak peka dengan ternak penderita atau oleh serangga yang bisa memindahkan mikroorganisme dan bisa juga melalui iritasi debu atau sumber-sumber lain yang dapat menyebabkan goresan atau luka pada mata. Penyakit ini juga sering terjadi pada musim kemarau dimana pada saat itu terdapat banyak debu dan meningkatnya populasi lalat. Vektor lalat yang paling sering di temukan di sekitar mata adalah Musca autumnalis, Musca domestica, dan Stomoxys calcitrans. Perubahan cuaca yang ekstrim, jumlah ternak yang terlalu padat dalam kandang, serta kualitas pakan yang terlalu rendah juga dapat memicu terjadinya Pink Eye.

    

Gambar.Lalat Musca autumnalis .

(Sumber : https://shorturl.at/yFfcU)



    Gejala Klinis 

   Gejala klinis penyakit Pink Eye yang terlihat yaitu mata mengeluarkan air, mata tertutup atau berkedip-kedip, mata membengkak atau berwarna merah serta berubahnya kornea mata menjadi putih keruh pada kambing/domba cenderung menghindari Cahaya yang masuk kedalam kandang. Penyakit Pink Eye jika tidak segera dilakukan penanganan maka dapat menyebabkan kebutaan pada mata kambing/domba serta penurunan produktivitas.

 

  Gambar. Ternak Kambing Saanen yang Terinfeksi Penyakit Pink Eye

Sumber : Sumber Adzie setiady, 2022

Gambar 3. Kornea Mata Keruh dan Berair

(Sumber Henny endah anggraeni,  2021)




Masa inkubasi dari penyakit ini biasanya berkisar 2-3 hari. Gejala klinis awal menunjukkan mata lembab hingga keluar air mata, adanya konstriksi pada pupil, serta photophobi atau sensitif terhadap cahaya, dan kekeruhan pada kornea. Pada tingkat berikutnya, lakrimasi menjadi lebih jelas, kekeruhan dari kornea semakin berkembang dari bagian tengah hingga menyeluruh pada hari ke-4 sampai hari ke-5. Peradangan pada daerah perifer kornea mata kambing terjadi pada hari ke-7 sampai hari ke-10. Kemudian pada saat radang mulai mereda setelah hari ke-10, sekresi mata makin purulen (Gambar dibawah). Pada kasus yang kronis, Pink Eye menyebabkan cairan mata keluar seperti nanah dan menempel di bawah permukaan mata sampai ke hidung, bahkan mengeras hingga membentuk keropeng. Pada infeksi ringan atau sub akut terlihat air mata cenderung keluar, kornea keruh dan sedikit pembengkakan pada jaringan sekitarnya. 


Gambar . Sekresi purulen pada mata kambing yang menderita pink eye (Sumber Henny endah anggraeni,  2021)


    Cara Pengobatan

    Prosedur perawatan kasus Pink Eye pada ternak diawali dengan langkah memeriksa dan mengamati mata kambing. Pemeriksaan pada bola mata kambing bertujuan untuk menentukan faktor penyebab kasus Pink Eye, apakah disebabkan oleh faktor fisik atau faktor mikroorganisme. Langkah pengobatan akan efektif jika penyebab penyakit mata bisa diketahui terlebih dahulu. Jika penyebabnya adalah fisik, maka dilakukan pembersihan kotoran pada mata kambing yang terinfeksi. Pengobatan bisa dilakukan dengan metode meneteskan cairan berupa obat tetes mata. Jika penyebabnya dari faktor mikroorganisme, maka yang harus di lakukan adalah mengoleskan salep mata kepada ternak yang terinfeksi seperti Terramycin 0,1% sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan. Pengobatan dilakukan sampai mata kambing yang terinfeksi kembali membaik dan sembuh.

Gambar . Mata Kambing Mengalami Kerusakan

(Sumber Henny endah anggraeni,  2021)

 

Gambar . Persembuhan Mata Kambing

(Sumber Henny endah anggraeni,  2021)


    Pencegahan

Usaha pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, menjaga kualitas pakan, serta menjaga populasi kandang tidak terlalu padat . Usaha pencegahan dapat dilakukan dengan mengetahui sumber infeksi dan cara penularannya sehingga dapat dilakukan usaha pencegahan antara lain :

  • Memusnahkan hewan karier yaitu hewan yang dianggap sebagai sumber infeksi segera diisolasi dari kawanan ternak.
  • Hewan yang terinfeksi segera dikandangkan (isolasi) pada tempat yang gelap, guna untuk menghindari kontak dengan hewan yang sehat baik secara langsung atau tidak langsung seperti dinding kandang, air minum, tempat pengembalaan. Dengan demikian dapat terhindar dari lalat yang merupakan vektor dari jasad renik tersebut.
  • Sanitasi yaitu dengan menjaga kebersihan kandang serta lingkungan yang bersih serta terbebas dari genangan air. 
  • Mengurangi jumlah hewan di dalam kandang yang terlalu padat di dalam kandang yang dapat menyebabkan kontaminasi.
  • Pemberian makanan yang cukup mengandung nutrisi yang baik atau padang pengembalaan yang baik sehingga dapat terhindar timbulnya infeksi.

Kesimpulannya

  • Pink eye merupakan penyakit yang serius dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak.
  • Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
  • Pentingnya peran dokter hewan dalam diagnosis dan pengobatan.


Kata kunci: pink eye, kambing, domba, penyakit mata, peternakan, kesehatan hewan, pengobatan, pencegahan.


sumber :

Achdiyati, J., Hardjoutomo, S., Supar dan M. Poeloengan. 1983. Isolasi dan Identifikasi Bakteria dari kasus Pink Eye pada Ruminansia Besar Asal Jawa Tengah. Penyakit Hewan

Setiady A. (2022). Penanganan Penyakit Pink Eye pada Kambing Saanen di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden Jawa Tengah. 3-15. 

Sodiq, A. dan Abidin, Z. 2002. Kambing Peranakan Etawa Penghasil Susu Berkhasiat Obat. AgroMedia Pustaka, Jakarta.

Zulfikar, 2012. Gambaran Penyakit Infeksius Pada Ternak Sapi dan Cara Pencegahan. J. Lentera 12, 1-8.  

1 komentar:

Menyiapkan Bibit Ternak Domba

      Haloo sobat kandang... untuk membangun suatu peternakan domba tentunya kita harus mengetahui ciri indukan dan pejantan yang berkualita...