Pink Eye
Halo sobat kandang .. Pernahkah sobat kandang mendengar tentang penyakit pink eye? tentunya sobat kandang sudah tak asing lagi dengan penyakit yang satu ini. kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang penyakit ini mari simak penjelasan .
Pink Eye merupakan penyakut mata akut yang
menular pada ternak ruminansia besar/kecil, biasanya bersifat epizootic dan
ditandai dengan memerahnya conjunctiva, serta kekeruhan pada mata. Penyakit
pink eye disebabkan oleh bakteri, virus, penyakit Rickketsia maupun
Chlamydia. Adapun beberapa hewan yang rentan terhadap
terjadinya Pink eye terutama kambing, domba, kerbau dan sapi.
Penyakit pink eye ini diketahui dapat menyerang kambing dan domba pada semua umur,tetapi lebih sering terjadi pada ternak domba
kambing yang berusia muda. Penyakit Pink Eye Ini juga dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak ,karena akan menyebabkan kebutaan pada ternak, penurunan berat badan dan biaya pengobatan yang mahal.
Cara
penyebaran penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan ternak
yang terinfeksi, yakni melalui sekresi mata, atau secara tidak langsung melalui
vektor lalat, debu dan percikan air yang tercemar oleh bakteri. Penyakit ini
sering terjadi pada musim panas karena banyaknya debu dan meningkatnya populasi
lalat Musca autumnalis sebagai vektor agen penyebab penyakit. Pink eye
bersifat epidemik yang Dimana ada sebuah tempat yang sudah terinfeksi dan bisa
terjangkit Kembali setiap tahunnya dan hewan ternak yang menderita penyakit
Pink Eye bersifat karier.
Penyebab Pink Eye
Tingginya kasus Pink Eye kemungkinan juga dapat
disebabkan oleh infeksi benda asing (debu, pasir dan urin yang menumpuk pada
alas transportasi) selama perjalanan pengiriman ternak dari daerah. Pink Eye
disebabkan oleh faktor fisik dan faktor mikroorganisme pembawa penyakit.
Penyebab fisik antara lain bola mata terkena tusukan ujung batang rumput,
ranting pohon, duri, atau debu secara langsung. Penyebab berupa bisa berupa
virus atau bakteri, seperti Rickettsia dan Chlamydia.
Mikroorganisme
penyebab Pink Eye ini ditularkan lewat kontak antara ternak peka dengan ternak
penderita atau oleh serangga yang bisa memindahkan mikroorganisme dan bisa juga
melalui iritasi debu atau sumber-sumber lain yang dapat menyebabkan goresan
atau luka pada mata. Penyakit ini juga sering terjadi pada musim kemarau dimana
pada saat itu terdapat banyak debu dan meningkatnya populasi lalat. Vektor
lalat yang paling sering di temukan di sekitar mata adalah Musca autumnalis,
Musca domestica, dan Stomoxys calcitrans. Perubahan cuaca yang
ekstrim, jumlah ternak yang terlalu padat dalam kandang, serta kualitas pakan
yang terlalu rendah juga dapat memicu terjadinya Pink Eye.
Gambar.Lalat Musca
autumnalis .
(Sumber : https://shorturl.at/yFfcU)
Gejala Klinis
Gejala klinis penyakit Pink Eye yang terlihat
yaitu mata mengeluarkan air, mata tertutup atau berkedip-kedip, mata membengkak
atau berwarna merah serta berubahnya kornea mata menjadi putih keruh pada
kambing/domba cenderung menghindari Cahaya yang masuk kedalam kandang. Penyakit Pink Eye jika tidak segera dilakukan penanganan maka dapat menyebabkan kebutaan pada mata kambing/domba serta penurunan produktivitas.
Gambar. Ternak Kambing
Saanen yang Terinfeksi Penyakit Pink Eye
Sumber : Sumber
Adzie setiady, 2022
Gambar 3. Kornea Mata Keruh
dan Berair.
(Sumber
Henny endah anggraeni, 2021)
Masa
inkubasi dari penyakit ini biasanya berkisar 2-3 hari. Gejala klinis awal menunjukkan
mata lembab hingga keluar air mata, adanya konstriksi pada pupil, serta
photophobi atau sensitif terhadap cahaya, dan kekeruhan pada kornea. Pada
tingkat berikutnya, lakrimasi menjadi lebih jelas, kekeruhan dari kornea
semakin berkembang dari bagian tengah hingga menyeluruh pada hari ke-4 sampai
hari ke-5. Peradangan pada daerah perifer kornea mata kambing terjadi pada hari
ke-7 sampai hari ke-10. Kemudian pada saat radang mulai mereda setelah hari
ke-10, sekresi mata makin purulen (Gambar dibawah). Pada kasus yang
kronis, Pink Eye menyebabkan cairan mata keluar seperti nanah dan menempel di
bawah permukaan mata sampai ke hidung, bahkan mengeras hingga membentuk
keropeng. Pada infeksi ringan
atau sub akut terlihat air mata cenderung keluar, kornea keruh dan sedikit
pembengkakan pada jaringan sekitarnya.

Gambar . Sekresi purulen
pada mata kambing yang menderita pink eye (Sumber Henny endah anggraeni, 2021)
Cara Pengobatan
Prosedur perawatan kasus
Pink Eye pada ternak diawali dengan langkah memeriksa dan mengamati mata
kambing. Pemeriksaan pada bola mata kambing bertujuan untuk menentukan faktor
penyebab kasus Pink Eye, apakah disebabkan oleh faktor fisik atau faktor
mikroorganisme. Langkah pengobatan akan efektif jika penyebab penyakit mata
bisa diketahui terlebih dahulu. Jika penyebabnya adalah fisik, maka dilakukan
pembersihan kotoran pada mata kambing yang terinfeksi. Pengobatan bisa
dilakukan dengan metode meneteskan cairan berupa obat tetes mata. Jika penyebabnya dari faktor mikroorganisme,
maka yang harus di lakukan adalah mengoleskan salep mata kepada ternak yang
terinfeksi seperti Terramycin 0,1% sesuai dengan dosis yang tertera pada
kemasan. Pengobatan dilakukan sampai mata kambing yang terinfeksi kembali membaik dan sembuh.
Gambar . Mata Kambing Mengalami Kerusakan.
(Sumber Henny endah anggraeni, 2021)

Gambar . Persembuhan Mata Kambing.
(Sumber Henny endah anggraeni, 2021)
Pencegahan
Usaha
pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan,
menjaga kualitas pakan, serta menjaga populasi kandang tidak terlalu padat . Usaha pencegahan dapat dilakukan dengan mengetahui sumber
infeksi dan cara penularannya sehingga dapat dilakukan usaha pencegahan antara
lain :
- Memusnahkan hewan karier
yaitu hewan yang dianggap sebagai sumber infeksi segera diisolasi dari kawanan
ternak.
- Hewan yang terinfeksi
segera dikandangkan (isolasi) pada tempat yang gelap, guna untuk menghindari
kontak dengan hewan yang sehat baik secara langsung atau tidak langsung seperti
dinding kandang, air minum, tempat pengembalaan. Dengan demikian dapat terhindar dari lalat yang merupakan vektor dari jasad renik tersebut.
- Sanitasi yaitu dengan
menjaga kebersihan kandang serta lingkungan yang bersih serta terbebas dari
genangan air.
- Mengurangi jumlah hewan
di dalam kandang yang terlalu padat di dalam kandang yang dapat menyebabkan
kontaminasi.
- Pemberian makanan yang
cukup mengandung nutrisi yang baik atau padang pengembalaan yang baik sehingga
dapat terhindar timbulnya infeksi.
Kesimpulannya
- Pink eye merupakan penyakit yang serius dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak.
- Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
- Pentingnya peran dokter hewan dalam diagnosis dan pengobatan.
Kata kunci: pink eye, kambing, domba, penyakit mata, peternakan, kesehatan hewan, pengobatan, pencegahan.
sumber :
Achdiyati, J., Hardjoutomo, S., Supar dan M.
Poeloengan. 1983. Isolasi dan Identifikasi Bakteria dari kasus Pink Eye pada
Ruminansia Besar Asal Jawa Tengah. Penyakit Hewan
Setiady A. (2022).
Penanganan Penyakit Pink Eye pada Kambing Saanen di Balai Besar
Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden Jawa
Tengah. 3-15.
Sodiq, A. dan Abidin, Z. 2002. Kambing Peranakan Etawa Penghasil Susu
Berkhasiat Obat. AgroMedia
Pustaka, Jakarta.
Zulfikar, 2012. Gambaran Penyakit Infeksius Pada
Ternak Sapi dan Cara Pencegahan. J. Lentera 12, 1-8.